Sabtu, 23 Oktober 2010

CMS (content management System)

Sistem manajemen konten (Inggris: content management System, disingkat CMS), adalah perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web. CMS adalah sebuah sistem yang memberikan kemudahan kepada para penggunanya dalam mengelola dan mengadakan perubahan isi sebuah website dinamis tanpa sebelumnya dibekali pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat teknis. Dengan demikian, setiap orang, penulis maupun editor, setiap saat dapat menggunakannya secara leluasa untuk membuat, menghapus atau bahkan memperbaharui isi website tanpa campur tangan langsung dari pihak webmaster
Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:
• aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
• aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]).
Elemen CMA memperbolehkan si manajer isi -yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML (HyperText Markup Language)-, untuk memenej pembuatan, modifikasi, dan penghapusan isi dari suatu situs Web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang Webmaster. Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh si empunya situs web untuk meng-update atau memperbaharui situs Web tersebut. Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda, walaupun begitu, kebanyakan dari software ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan index, pencarian, dan pengarsipan.

Berikut dibawah ini pemanfaatan CMS:
• Website perusahaan, bisnis, organisasi atau komunitas.
• Portal
• Galeri foto
• Aplikasi E-Commerce.
• Mengelola website pribadi / blog.
• Dan lain-lain.
Contoh cms :
Joomla, WP, Drupal, Wordpress,b2evolution,phpWebSite,phpBB,Simple Machines,Coppermine, Magento.

Jumat, 15 Oktober 2010

OPRAH WINFREY


keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.

TAHUKAH ANDA?
Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di dilingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras.

“Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya dalam suatu wawancaranya.

Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan.

Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.

Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..

Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika. Sungguh luar biasa!

Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.

Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.

Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 17.000,- )atau 340 milyiar rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2 perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.

Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!

Kamis, 07 Oktober 2010

PDKT di Era Jejaring Sosial

oleh abidz anam

Masa PDKT atau masa “pendekatan” memang masa-masa yang paling menyenangkan buat orang yang akan pacaran. Di saat PDKT ini lah semua hal yang seru-seru terjadi: pertama kali nelepon, susah tidur kepikiran, sampai pada deg-degan sewaktu first date dengan sang gebetan. Kalau semuanya sesuai dengan rencana, maka kita akan lanjut kepada kangen-kangenan, chatting tidak terputus, dan lain-lain. Di masa PDKT juga ada banyak kebiasaan aneh orang yang sedang heboh-hebohnya naksir, contohnya adalah cara mengakhiri telepon yang agak aneh seperti ini:

‘Aku tidur duluan ya.’

‘Ya udah, selamet tidur ya.’

‘Oke, kamu tutup dulu deh teleponnya.’

‘Kamu duluan.’

‘Ih kamu aja.’

‘Kamu deh. Ihihihihihi.’

Dan gitu terus sampai kiamat.

Padahal dulu, sekitar sepuluh tahun yang lalu, kita biasa melakukan pendekatan kepada gebetan dengan SMS selamat tidur, atau pas zaman yang lebih dulu banget, ngirimin pesan kepada pager-nya. Sekarang, semua hal itu digantikan dengan update status yang agak-agak nyerempet di twitter, misalnya: ‘Kok jadi kepikiran dia ya’ atau ‘Lama-lama naksir deh’ atau, ini contoh nyata dari status temen saya: ‘The more I turn away, the more I find myself walking one step closer to you. Yes, you.’

Minggu lalu teman saya bercerita soal PDKT yang dia lakukan di zaman twitter ini, sewaktu kita duduk nongkrong berdua di Kemang. Dia lalu bertanya kepada saya,

‘Gue lagi PDKT sama orang, tapi kok dia gak ngerespon lagi ya?’

‘Emang lo udah ngapain aja?’

‘Fotonya udah gue tag sih di Facebook, terus kemaren gue ngirim wall. Sama, sekarang gue lagi sering nge-RT tweet-tweet-nya dia.’

Hal ini berbeda banget dengan yang saya lakukan sewaktu masih SMP dulu, sewaktu media sosial belum ada sama sekali. Ketika itu, yang namanya PDKT adalah masukin surat ke dalam tasnya, atau pura-pura minjem catetan (kalau dia temen sekelas), atau yang paling ekstrim adalah nitip salam ke temennya. Sekarang, “nitip salam” bisa dilakukan dengan “nyalamin sendiri” dengan menggunakan berbagai macam media sosial.

Di sisi yang lain, PDKT di media sosial tidak selamanya selalu baik. Temen saya yang lain, seorang cowok, ketika sedang PDKT jadi gampang bosan dengan gebetannya, karena dia terlalu sering terhubungkan dengan gebetannya. Katanya, ‘Dikit-dikit ngeliat status dia lagi, dikit-dikit kebaca wall dia lagi, gue jadi gampang bosen.’ Dia juga jadi gampang gonta-ganti gebetan karena, dengan menggunakan media sosial, jadi gampang sekali untuk bertemu dengan gebetan baru. Hal ini berimbas kepada susahnya dia untuk menjaga perhatian ke satu orang cewek, menebar harapan ke banyak cewek.

Pada akhirnya, PDKT di era media sama peraturannya dengan zaman dulu: jangan banyak ngarep.