Senin, 04 Oktober 2010

Manajemen Samba menggunakan SWAT (Samba Web Administration Tool)

Bagi sebagian pihak yang masih baru dalam proses instalasi dan konfigurasi Samba, menggunakan modus teks akan sedikit banyak membingungkan.Untuk mengatasi kendala semacam ini, pengelolaan sebuah Samba server bisa dijalankan juga dengan menggunakan program SWAT yang dapat diakses melalui browser.
# apt-get install swat
Kemudian SWAT bisa dijalankan dari browser dengan port 901. Ketikkan pada browser:
http://localhost:901
Selanjutnya proses konfigurasi bisa dengan mudah dijalankan dengan memilih dan menjalankan menu yang tertera pada browser tersebut.
Beberapa point optimalisasi diatas dapat dikerjakan dengan mudah dan tidak terlalu kompleks. Meskipun sederhana, namun Samba akan dapat berjalan lebih optimal dan lebih berdaya guna dibanding dengan konfigurasi minimal pada tahap awal instalasi sebelumnya. Dengan melakukan beberapa langkah mudah optimalisasi Samba, kegiatan file sharing dalam sebuah jaringan akan menjadi lebih aman, maksimal dan user-friendly.

Backup data secara otomatis pada samba

Samba memiliki script sederhana yang sangat berguna, dengan script sederhana tersebut Anda bisa melakukan backup secara harian tanpa perlu menggunakan software tambahan atau konfigurasi script yang susah.
Root postexec =
Root preexec =
Root postexec adalah script yang akan dijalankan ketika user disconnect dari server. Sementara Root preexec akan dijalankan ketika user mulai connect ke server. Contoh yang kita pakai adalah sebagai berikut:
[percobaan]
path = /var/percobaan
comment = Share Directories
browseable = yes
writable = yes
public = yes
available = yes
read only = no
Root postexec = tar cvfz /media/Backups/percobaan.tgz /var/percobaan/
Perintah yang kita pakai disini adalah tar cvfz yaitu membuat file backup yang dikompres dalam format tgz, dan file hasil kompresi tersebut secara otomatis kita letakkan pada sebuah hard disk eksternal yang berlokasi di /media/Backups.
Dengan adanya root preexec dan root postexec, terdapat banyak sekali kemungkinan optimalisasi Samba berdasarkan kebutuhan. Misalnya ketika user terhubung ke Samba server maka secara otomatis sebuah virtual drive di server akan di mount dan akan memuat sebuah .iso file. Hal ini bisa dilakukan dengan perintah root preexec.

Jumat, 01 Oktober 2010

Kecewa Layanan OtoBus Eka

oleh abidz anam

Baru kali ini saya ngalami diturunkan ditengah jalan oleh kondektur bus hanya karena saya sanggup bayar tiket dan sang kondektur tidak mempunyai kembalian.

Minggu lalu 08 Agustus 2010 saya pulang dari semarang ke Jogja dengan menggunakan Bus, biasanya saya lebih nyaman menggunakan motor, tapi karena setelah mengantar orang tua ke t4 mbah, maka saya pulangnya nge-bis karena orangtua untuk beberapa hari singgah di jepara

Sejak awal berfikir untuk menggunakan Bis Ekonomi Jogja – Semarang saja, tapi karena niat supaya tidak banyak ngetem saya jatuhkan pilihan menggunakan bis Eka Jurusan Magelang-Surabaya dengan salahsatu trayek yg dilayani adalah turun di Jogja ( saya bukan pertama kali ini saja naek Bus Eka).

Tepat Pukul 16.30 Eka sudah masuk terminal Soekarno-Hatta ( Terminal Tidar ), kernet sudah treak-treak menawarkan ke calon penumpang tujuan jogja dan sekitarnya serta tujuan surabaya, saya pun bergegas naek dan duduk dideret terdepan dekat pintu masuk.

Setelah keluar terminal disekitar RM Selera Kuring sang kondektur menagih karcis, saya menyerahkan uang 50 rb-an, namun jawaban apa yg saja dapat? sang kondektur dengan arogan ngomong :

“duwit cilik wae mas, wes cerak duit gede ngono”

aku ngomong : “gak ada pak, cuma ini”

” yowes nek raono medhun wae mas, golek bis liyo ngene iki aku koyok maling” kata sang kondektur.

dalam hati ku, lha maling ra maling urusanmu, hanya karena timer habis lalu penumpang yg dikorbankan, bener-bener tidak profesional.

Tapi saya males berdebat dengan kondektur arogan tersebut, saya pikir masih banyak bis yg melayani rute magelang – jogja dan saya tidak perlu mengemis untuk tetep bisa ikut bis eka sampai tujuan.

Kalau memang tujuan jogja dengan harga tiket 10.000 itu terlalu kecil bagi kondektur Bus EKA S 7002 JS, coret saja list trayek yg tercantum di Tiket mereka, kalau ada trayeknya maka sungguh mengecewakan ketika penumpang sanggup bayar diturunkan ditengah jalan hanya karena sang kondektur malas mencarikan kembalian uang dari penumpang.

Akhirnya tepat pukul 16:40 saya diturunkan didepan Dealer New Armada dan saya pun melanjutkan perjalanan ke Jogja dengan Menggunakan Bus ekonomi dengan pelayanan yg lebih baik, oh iya fyi saja, Bus Eka ini melabeli mereka dengan nama Bus CEPAT.

Pengalaman tidak mengenakkan disore itu semoga menjadi pengalamnn yg pertama dan terakhir, karena sudah tidak ada minat lagi saya untuk menumpang bus yg berlabel EKA, kalaupun tidak ada armada bus lain, maka saya lebih baik jalan kaki.