oleh abidz anam
“Hai orang-orang yg beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah ) sebagian dari hasil usahamu yg baik-baik dan sebagian dari apa yg kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yg buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS 2:267)
Zakat Profesi/Penghasilan
Zakat Profesi/Penghasilan adalah zakat yg dikeluarkan dari hasil profesi seseorang, baik dokter, arsitek, notaris, ulama/da’i, artis, karyawan, guru, pegawai swasta/negeri/bumn/bumd, pengacara, hakim, akuntan, advokat, perawat, TNI/POLRI, LSM, wiraswasta, aktivis MLM dan lainnya.
Nishab sebesar 5 wasaq atau setara dengan 653 kg bahan pangan pokok yg (siap di konsumsi ) seperti kurma, gandum, beras dan biji jagung. Besar zakat profesi yaitu sebesar 2,5%. Jika standar harga beras/kg sebesar Rp5.000/kg, nilai nishab sekitar Rp3.265.000.
Contoh :
Bapak Ahmad adalah seorang karyawan sebuah berusahaan swasta. Setiap awal bulan ia mendapat gaji dari perusahaan tersebut ( take home pay ) sebesar Rp6.000.000,-. Karena besar gaji Bapak Ahmad sudah memenuhi nishab, maka Bapak Ahmad wajib mengeluarkan zakat dengan perhitungan Rp6000.000 x 2,5% = Rp150.000,-
Zakat Emas/Perak
Nisab emas 85 gram, sedangkan nisab perak 595 gram. Besar atau kadar zakatnya sebesar 2,5%. Haul satu tahun. Ketentuan Zakat emas/perak:
1. Emas/perak yg dikeluarkan zakatnya adalah emas/perak yg tidak dipakai.
2. Emas/perak yg dipakai secara wajar dan tidak berlebihan tidak dikeluarkan zakatnya.
Emas yg wajib dikeluarkan zakatnya = (Total emas yg dimiliki – emas yg dipakai) x 2,5% . Pembayarannya dapat dikeluarkan dengan nilai uang yg setara dengan harga emas saat itu.
Contoh :
Ibu Siska mempunyai emas sebanyak 150 gram, yg biasa dipakai sebanyak 40 gram, sisanya disimpan. Asumsi harga emas 1 gr untuk saat ini sebesar Rp300.000,- karena sudah mencapai nishab, maka zakat yang harus dikeluarkan adalah ( 150 – 40 ) x 2,5% =2,75 gram. Atau setara dengan 2,75 x 300.000 = Rp825.000,-
Zakat Tabungan
Uang simpanan yang telah mengendap selama 1 (satu) tahun dan mencapai nilai minimal (nishab) setara 85 gr emas, asumsi harga emas 1 gr untuk saat ini sebesar Rp300.000, wajib dikeluarkan zakatnya 2,5%, dengan perhitungan : (saldo akhir tahun + Bagi hasil ) x 2,5% = Zakat Tabungan. Apabila di bank konvensional, bunga bank tidak dihitung sebagai harta yang dizakatkan. Sedang bagi hasil di bank syariah, juga dihitung sebagai harta yg dizakatkan.
Contoh :
Saldo tabungan akhir tahun Bapak Andi sebesar Rp50 jt, dengan (50.000.000 + 600.000) x 2,5% = Rp 1.265.000,- Maka bapak Andi wajib mengeluarkan zakat tabungan sebesar Rp1.265.000,-
Zakat Investasi
Zakat Investasi adalah zakat yg dikenakan terhadap harta yg diperoleh dari hasil investasi. Contoh bangunan atau kendaraan yg disewakan. Zakat investasi dikeluarkan pada saat menghasilkan, sedangkan modal tidak dikenakan zakat. Besar zakat yg dikeluarkan adalah 5% untuk penghasilan kotor dan 10% untuk penghasilan bersih.
Contoh :
Hj. Nurul adalah seorang yg kaya raya, ia memiliki rumah kontrakan berjumlah 20 rumah, dengan tarif berbulannya seharga Rp300.000/rumah. Setiap bulannya Hj. Nurul mengeluarkan Rp500.000,- untuk biaya perawatan seluruh rumah kontrakannya. Apakah Hj. Nurul termasuk yg wajib membayar zakat? berapakah zakatnya?
Penghasilan dari rumah kontrakan dianalogikan dengan zakat pertanian atau hasil tani, yaitu nishabnya senilai 653 kg beras dengan tarif 5% dari bruto dan 10% dari netto. Setiap bulannya Hj. Nurul memiliki penghasilan sebanyak 20 x 300.000 = Rp6.000.000,-
ada dua cara dalam menghitung zakatnya
- Bruto : hasil investasi x 5% = Zakat Investasi
Rp6000.000×5% =Rp300.000,- jadi zakatnya Rp300.000,-
- Netto = (hasil investasi – biaya yg dikeluarkan)x10% = Zakat investasi
(6000.000 – 500.000 ) x10% = 550.000, jadi zakatnya rp550.000,-
Zakat Perniagaan
Zakat perniagaan adalah zakat yg dikenakan pada harta perniagaan. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yg kami persiapkan untuk berdagang (HR. Abu Daud)
Ketentuan :
- Berjalan 1 tahun (haul)
- Nishab senilai 85 gr emas
- Besar zakat 2,5%
- Dapat dibayar dengan uang atau barang
- Dikenakan pada perdagangan maupun perseroan.
Cara Penghitungan :
(modal diputar + keuntungan+Piutang yg dapat dicairkan ) – (hutang+kerugian) x 2,5%
Contoh :
Ibu Arina seorang pedagang kelontong, walaupun tokonya tidak begitu besar ia memiliki aset ( modal ) sebanyak Rp20.000.000,- setiap bulannya ia mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp1000.000,- dari toko yg ia buka setiap hari. Usaha yang ia mulai pada bulan Januari 2007 tersebut, setelah berjalan 1 tahun, pada bulan tersebut ia mempunyai piutang yg dapat dicairkan sebesar Rp3000.000,- dan hutang yg harus ia bayar pada bulan tersebut sebesar Rp3100.000,- Berapakah zakat niaga ibu Arina?
Zakat dagang dianalogikan kepada zakat emas, nishabnya adalah 85gr emas dan mencapail haul dengan tarif 2,5%.
- Aset atau modal yg dimiliki Rp20.000.000,-
- Keuntungan setiap bulan :
Rp1000.000,- selama 1 tahun = 1000.000×12 = 12.000.000
- Piutang sejumlah Rp3000.000
- Hutang sejumlah Rp3100.000
- Asumsi harga emas saat itu Rp300.000/gram
Penghitungan zakatnya adalah :
{(Modal + untung + piutang) – (hutang)}x2,5% = Zakat Perniagaan
{(20.000.000 + 12.000.000 + 3.000.000) – (3.100.000)}x2,5% = Rp797.500,- jadi zakatnya adalah 797.500,-
sumber : newsletter pkpu Edisi 9 /Agustus 2010 / ramadhan 1431H
Jumat, 01 Oktober 2010
Macam-macam Zakat dan Cara Menghitungnya
Diposting oleh
about me
di
04.23
0
komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Rabu, 29 September 2010
Optimalisasi Penggunaan Samba File Server
#### Membatasi Jenis File ####
Bisa dibayangkan apabila terdapat satu direktori dan user akan menyimpan file jenis apa saja didalamnya. Tentu akan memakan waktu sekaligus memusingkan apabila ada banyak sekali file disana dan misalnya Anda harus menemukan laporan berformat .doc yang Anda ketik kemarin. Atau ketika Anda hendak memutar file 3gp favorit Anda namun file tersebut terbenam dalam ratusan file dengan ekstensi yang berbeda-beda. Untuk itu kita akan coba membuat satu direktori untuk satu jenis file atau paling tidak file-file yang masih mempunyai ikatan kekerabatan dalam ekstensinya. Jenis file yang kira-kira tidak sepadan akan kita blokir sehingga user tidak akan bisa menyimpan file berformat 3gp kedalam direktori yang dikhususkan untuk menyimpan dokumen misalnya. Disini kita gunakan opsi veto files. Contoh penggunaan veto files:
Dibawah share definitions dalam berkas smb.conf kita buat satu share berisi file movie.
[Movies on Server]
path = /var/Movies
comment = Movies on Server
browseable = yes
writeable = yes
public = yes
available = yes
hide dot files = yes
read only = yes
Veto files = /*.exe/*.com/*.dll/*.docx/*.doc/*.pdf/*.cdr/*.txt/*.xls/*.htm/*.ini/*.html/*.rar/*.jpg/*.jpeg/*.png/*.mp3/*.zip/*.gif/
Setelah itu kita simpan, keluar dari berkas dan restart Samba. Maka kemudian pada komputer kien akan muncul sebuah folder bernama Movies on Server. Ketika user mencoba menyimpan file dengan ekstensi .exe atau .mp3 maka akan muncul peringatan bahwa tindakan tersebut tidak diijinkan. Untuk menambah jenis file yang ingin Anda blokir dalam satu share direktori, silakan ditambahkan ekstensi yang dikehendaki kedalam parameter veto files diatas.
Opsi veto files dapat berguna untuk menghentikan atau mencegah penyebaran virus atau file berbahaya yang dapat menyebar dalam LAN atau membahayakan user. Cukup tambahkan ekstensi-ekstensi file yang sering digunakan oleh para virus maker dalam upaya menginfeksi lebih banyak komputer, misalnya ekstensi .vbs, .com, .scr, .bat. Langkah ini adalah upaya sederhana namun preventif dan cukup efektif mengamankan jaringan yang telah kita bangun.
## Membatasi Waktu Idle Klien untuk Mengurangi Beban Server ##
Bila terdapat 100 komputer yang terhubung ke server, maka server dapat mengalami high server load apabila semua klien melakukan komunikasi atau request kepada server. Untuk mengurangi beban tersebut, kita akan batasi berapa menitkah waktu idle yang diijinkan pada sebuah komputer klien sebelum dianggap disconnect oleh server. Tambahkan baris dibawah ini pada direktori yang telah dibuat dibawah share definitions.
deadtime = 15
Artinya bahwa ketika komputer klien tidak beraktifitas selama 15 menit maka server akan menganggapnya disconnect sehingga akan mengurangi beban pada server. Sebuah variable sederhana namun berguna untuk mencegah terjadinya high server load.
## Siapa yang Boleh Mengakses Samba Server ##
Untuk meningkatkat kemanan Samba server, salah satu cara mudah yang dapat dilakukan adalah membatasi bahwa alamat ip tertentu saja yang memiliki hak akses. Hal tersebut bisa kita lakukan dengan menambahkan parameter berikut:
host allow = 192.168.3.0/24 127.0.0.1
host deny = all
Bisa dibayangkan apabila terdapat satu direktori dan user akan menyimpan file jenis apa saja didalamnya. Tentu akan memakan waktu sekaligus memusingkan apabila ada banyak sekali file disana dan misalnya Anda harus menemukan laporan berformat .doc yang Anda ketik kemarin. Atau ketika Anda hendak memutar file 3gp favorit Anda namun file tersebut terbenam dalam ratusan file dengan ekstensi yang berbeda-beda. Untuk itu kita akan coba membuat satu direktori untuk satu jenis file atau paling tidak file-file yang masih mempunyai ikatan kekerabatan dalam ekstensinya. Jenis file yang kira-kira tidak sepadan akan kita blokir sehingga user tidak akan bisa menyimpan file berformat 3gp kedalam direktori yang dikhususkan untuk menyimpan dokumen misalnya. Disini kita gunakan opsi veto files. Contoh penggunaan veto files:
Dibawah share definitions dalam berkas smb.conf kita buat satu share berisi file movie.
[Movies on Server]
path = /var/Movies
comment = Movies on Server
browseable = yes
writeable = yes
public = yes
available = yes
hide dot files = yes
read only = yes
Veto files = /*.exe/*.com/*.dll/*.docx/*.doc/*.pdf/*.cdr/*.txt/*.xls/*.htm/*.ini/*.html/*.rar/*.jpg/*.jpeg/*.png/*.mp3/*.zip/*.gif/
Setelah itu kita simpan, keluar dari berkas dan restart Samba. Maka kemudian pada komputer kien akan muncul sebuah folder bernama Movies on Server. Ketika user mencoba menyimpan file dengan ekstensi .exe atau .mp3 maka akan muncul peringatan bahwa tindakan tersebut tidak diijinkan. Untuk menambah jenis file yang ingin Anda blokir dalam satu share direktori, silakan ditambahkan ekstensi yang dikehendaki kedalam parameter veto files diatas.
Opsi veto files dapat berguna untuk menghentikan atau mencegah penyebaran virus atau file berbahaya yang dapat menyebar dalam LAN atau membahayakan user. Cukup tambahkan ekstensi-ekstensi file yang sering digunakan oleh para virus maker dalam upaya menginfeksi lebih banyak komputer, misalnya ekstensi .vbs, .com, .scr, .bat. Langkah ini adalah upaya sederhana namun preventif dan cukup efektif mengamankan jaringan yang telah kita bangun.
## Membatasi Waktu Idle Klien untuk Mengurangi Beban Server ##
Bila terdapat 100 komputer yang terhubung ke server, maka server dapat mengalami high server load apabila semua klien melakukan komunikasi atau request kepada server. Untuk mengurangi beban tersebut, kita akan batasi berapa menitkah waktu idle yang diijinkan pada sebuah komputer klien sebelum dianggap disconnect oleh server. Tambahkan baris dibawah ini pada direktori yang telah dibuat dibawah share definitions.
deadtime = 15
Artinya bahwa ketika komputer klien tidak beraktifitas selama 15 menit maka server akan menganggapnya disconnect sehingga akan mengurangi beban pada server. Sebuah variable sederhana namun berguna untuk mencegah terjadinya high server load.
## Siapa yang Boleh Mengakses Samba Server ##
Untuk meningkatkat kemanan Samba server, salah satu cara mudah yang dapat dilakukan adalah membatasi bahwa alamat ip tertentu saja yang memiliki hak akses. Hal tersebut bisa kita lakukan dengan menambahkan parameter berikut:
host allow = 192.168.3.0/24 127.0.0.1
host deny = all
Diposting oleh
about me
di
02.58
0
komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
SAMBA SERVER
### Proses Instalasi dan Konfigurasi Samba ###
Setelah melakukan beberapa konfigurasi dan melakukan instalasi piranti lunak sehingga sebuah server siap digunakan, proses berikutnya yang merupakan bagian terpenting dari laporan ini adalah melakukan instalasi Samba server. Prosesnya cukup mudah dan tidak memakan waktu yang lama. Buka terminal dan sebagai root (atau gunakan sudo) ketikkan baris berikut:
# apt-get install samba
Paket Samba akan segera diunduh dari repository dan proses instalasi akan segera berjalan. Tunggu sampai proses instalasi selesai. Jika proses sudah selesai langkah berikutnya yaitu menentukan direktori yang akan dijadikan lokasi sharing. Sebagai contoh disini kita buat direktori Data dan Multimedia dibawah direktori /var
# mkdir Data Multimedia
Setelah itu kita rubah permission-nya menjadi full access agar bisa diakses user yang menggunakan komputer client di jaringan dengan menggunakan perintah:
# chmod 777 Data Multimedia
Sekarang bisa kita lihat dibawah direktori /var kita sudah mempunyai dua direktori yaitu Data dan Multimedia dengan permission 777. Periksa atribut kedua direktori tersebut
# ls -la
Dua direktori yang akan dijadikan lokasi sharing sekarang sudah beratribut drwxrwxrwx. Kemudian yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah konfigurasi file smb.conf. Pertama kita backup dulu file asli smb.conf dengan kita pindahkan ke lokasi lain misalnya ke /home/server
# mv /etc/samba/smb.conf /home/server/smb.conf.old
Dengan melakukan perintah diatas file konfigurasi smb.conf telah kita pindahkan dan kita beri nama smb.conf.old sehingga kalau terjadi kesalahan atau kegagalan dalam konfigurasi samba file tersebut bisa kita kembalikan ke lokasi semula.
Berikutnya kita edit file smb.conf:
# vim /etc/samba/smb.conf
Selain vim Anda bisa juga menggunakan file editor yang lain misal vi, pico, nano atau gedit. Setelah file smb.conf terbuka di terminal dalam kondisi kosong. Langsung saja kita tambahkan beberapa parameter berikut:
#================== Global Settings==============
[global]
## Browsing/Identification ###
workgroup = Percobaan
netbios name = Percobaan
server string = %h server (Samba %v)
log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 1000
syslog = 0
guest only = yes
guest ok = yes
####### Authentication #######
security = share
encrypt passwords = true
passdb backend = tdbsam
obey pam restrictions = yes
guest account = nobody
invalid users = root
#=================Share Definitions===============
[Data User]
path = /var/Data
comment = Share Directories
browseable = yes
writable = yes
public = yes
available = yes
[Multimedia]
path = /var/Data
comment = Multimedia Share
browseable = yes
writeable = yes
public = yes
available = yes
Seperti terlihat pada konfigurasi diatas paling tidak ada tiga bagian dalam konfigurasi Samba server. Yang paling utama adalah pada bagian Share Definitions karena pada bagian itulah yang berkaitan dengan direktori yang akan kita jadikan sharing direktori, yang nantinya akan diakses oleh para user. Dengan konfigurasi minimal diatas kita sudah bisa menjalankan file server di mesin linux yang nantinya akan digunakan oleh komputer-komputer klien yang berbasis Windows.
Simpan konfigurasi diatas dan kita restart Samba server-nya agar definisi diatas bisa segera berjalan:
# /etc/init.d/samba restart
Pastikan Samba berjalan tanpa pesan error yang muncul
Shutting down SMB services: [ OK ]
Starting SMB services: [OK]
Atau kalau pada Ubuntu 10.04 (Lucid Lynx) yang kita gunakan, bisa dengan mengetikan perintah berikut di terminal:
restart smbd
Kalau tidak ada masalah maka akan tertera pesan misalnya seperti dibawah ini:
smbd start/running, process 14225
Yang artinya bahwa Samba server telah berhasil dijalankan dan pid dari proses tersebut adalah 14225.
Kita juga bisa melakukan test apakah instalasi dan konfigurasi Samba yang telah kita kerjakan berhasil dengan baik atau tidak dengan menggunakan perintah testparm. Contoh hasil testing dengan menggunakan perintah testparm:
# testparm
Load smb config files from /etc/samba/smb.conf
Processing section "[Data]"
Processing section "[Multimedia]"
Loaded services file OK.
Dibawah ini adalah contoh pesan error:
# testparm
Load smb config files from /etc/samba/smb.conf
Processing section “[Data]”
Processing section "[Multimedia]"
params.c:Section() - Badly formed line in configuration file: Multimedia
params.c:pm_process() - Failed. Error returned from params.c:parse().
Error loading services.
Perhatikan apakah disana ada pesan error atau warning yang berarti ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Jika instalasi dan konfigurasi berjalan dengan baik, maka sharing direktori yang telah kita tentukan pada file smb.conf sudah bisa diakses dari komputer klien dengan mengetikkan ip address server pada Windows explorer.
Dengan konfigurasi sederhana di atas, Anda sudah bisa menjalankan sebuah file server yang di jaringan. Secara mendasar parameter yang dibutuhkan adalah seperti contoh berikut:
[global]
workgroup = MYGROUP
encrypt passwords = Yes
[homes]
read only = No
browseable = No
[public]
path = /tmp
guest ok = Yes
Parameter diatas hanyalah contoh sederhana saja. Sesuai kebutuhan, konfigurasi tersebut bisa dimodifikasi secara dinamis dari yang sederhana sampai ke tingkat yang lebih kompleks dan luas.
Setelah melakukan beberapa konfigurasi dan melakukan instalasi piranti lunak sehingga sebuah server siap digunakan, proses berikutnya yang merupakan bagian terpenting dari laporan ini adalah melakukan instalasi Samba server. Prosesnya cukup mudah dan tidak memakan waktu yang lama. Buka terminal dan sebagai root (atau gunakan sudo) ketikkan baris berikut:
# apt-get install samba
Paket Samba akan segera diunduh dari repository dan proses instalasi akan segera berjalan. Tunggu sampai proses instalasi selesai. Jika proses sudah selesai langkah berikutnya yaitu menentukan direktori yang akan dijadikan lokasi sharing. Sebagai contoh disini kita buat direktori Data dan Multimedia dibawah direktori /var
# mkdir Data Multimedia
Setelah itu kita rubah permission-nya menjadi full access agar bisa diakses user yang menggunakan komputer client di jaringan dengan menggunakan perintah:
# chmod 777 Data Multimedia
Sekarang bisa kita lihat dibawah direktori /var kita sudah mempunyai dua direktori yaitu Data dan Multimedia dengan permission 777. Periksa atribut kedua direktori tersebut
# ls -la
Dua direktori yang akan dijadikan lokasi sharing sekarang sudah beratribut drwxrwxrwx. Kemudian yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah konfigurasi file smb.conf. Pertama kita backup dulu file asli smb.conf dengan kita pindahkan ke lokasi lain misalnya ke /home/server
# mv /etc/samba/smb.conf /home/server/smb.conf.old
Dengan melakukan perintah diatas file konfigurasi smb.conf telah kita pindahkan dan kita beri nama smb.conf.old sehingga kalau terjadi kesalahan atau kegagalan dalam konfigurasi samba file tersebut bisa kita kembalikan ke lokasi semula.
Berikutnya kita edit file smb.conf:
# vim /etc/samba/smb.conf
Selain vim Anda bisa juga menggunakan file editor yang lain misal vi, pico, nano atau gedit. Setelah file smb.conf terbuka di terminal dalam kondisi kosong. Langsung saja kita tambahkan beberapa parameter berikut:
#================== Global Settings==============
[global]
## Browsing/Identification ###
workgroup = Percobaan
netbios name = Percobaan
server string = %h server (Samba %v)
log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 1000
syslog = 0
guest only = yes
guest ok = yes
####### Authentication #######
security = share
encrypt passwords = true
passdb backend = tdbsam
obey pam restrictions = yes
guest account = nobody
invalid users = root
#=================Share Definitions===============
[Data User]
path = /var/Data
comment = Share Directories
browseable = yes
writable = yes
public = yes
available = yes
[Multimedia]
path = /var/Data
comment = Multimedia Share
browseable = yes
writeable = yes
public = yes
available = yes
Seperti terlihat pada konfigurasi diatas paling tidak ada tiga bagian dalam konfigurasi Samba server. Yang paling utama adalah pada bagian Share Definitions karena pada bagian itulah yang berkaitan dengan direktori yang akan kita jadikan sharing direktori, yang nantinya akan diakses oleh para user. Dengan konfigurasi minimal diatas kita sudah bisa menjalankan file server di mesin linux yang nantinya akan digunakan oleh komputer-komputer klien yang berbasis Windows.
Simpan konfigurasi diatas dan kita restart Samba server-nya agar definisi diatas bisa segera berjalan:
# /etc/init.d/samba restart
Pastikan Samba berjalan tanpa pesan error yang muncul
Shutting down SMB services: [ OK ]
Starting SMB services: [OK]
Atau kalau pada Ubuntu 10.04 (Lucid Lynx) yang kita gunakan, bisa dengan mengetikan perintah berikut di terminal:
restart smbd
Kalau tidak ada masalah maka akan tertera pesan misalnya seperti dibawah ini:
smbd start/running, process 14225
Yang artinya bahwa Samba server telah berhasil dijalankan dan pid dari proses tersebut adalah 14225.
Kita juga bisa melakukan test apakah instalasi dan konfigurasi Samba yang telah kita kerjakan berhasil dengan baik atau tidak dengan menggunakan perintah testparm. Contoh hasil testing dengan menggunakan perintah testparm:
# testparm
Load smb config files from /etc/samba/smb.conf
Processing section "[Data]"
Processing section "[Multimedia]"
Loaded services file OK.
Dibawah ini adalah contoh pesan error:
# testparm
Load smb config files from /etc/samba/smb.conf
Processing section “[Data]”
Processing section "[Multimedia]"
params.c:Section() - Badly formed line in configuration file: Multimedia
params.c:pm_process() - Failed. Error returned from params.c:parse().
Error loading services.
Perhatikan apakah disana ada pesan error atau warning yang berarti ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Jika instalasi dan konfigurasi berjalan dengan baik, maka sharing direktori yang telah kita tentukan pada file smb.conf sudah bisa diakses dari komputer klien dengan mengetikkan ip address server pada Windows explorer.
Dengan konfigurasi sederhana di atas, Anda sudah bisa menjalankan sebuah file server yang di jaringan. Secara mendasar parameter yang dibutuhkan adalah seperti contoh berikut:
[global]
workgroup = MYGROUP
encrypt passwords = Yes
[homes]
read only = No
browseable = No
[public]
path = /tmp
guest ok = Yes
Parameter diatas hanyalah contoh sederhana saja. Sesuai kebutuhan, konfigurasi tersebut bisa dimodifikasi secara dinamis dari yang sederhana sampai ke tingkat yang lebih kompleks dan luas.
Diposting oleh
about me
di
02.55
0
komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Langganan:
Postingan (Atom)